Lelaki yang Dimakan oleh Otaknya

Oleh: Andros Luvena

Sial sekali kakimu susah digerakkan. Kau bertanya-tanya, apa yang telah kauperbuat hingga begitu kelelahan sepanjang malam? Akhir-akhir ini, ingatanmu sering meninggalkanmu, membuatmu linglung. Sekarang kau hanya terbaring, mengerang sesekali akibat remai pada tulang-tulangmu. Namun, kau tidak mencemaskannya karena tahu, besok, semua yang menyiksa akan lenyap.

Pagi masih buta saat matamu terbuka. Getaran kereta lewat dan derak roda besi yang menggilas rel telah membangunkanmu. Kau beranjak bangkit, merasakan kasurmu basah, lalu mendongak meneliti asbes di atasmu. Semalam mungkin turun hujan dan kau tak menyadarinya.

”Harus kuperbaiki,” katamu mengingatkan diri sendiri.

Lalu kau keluar dari kamar untuk mengosongkan kandung kemihmu yang penuh.

Tidak ada yang bisa menyamai kesukaanmu menghirup udara pagi. Saat jalan-jalan masih lengang dari asap kendaraan bermo...

Baca selengkapnya →