Siang itu, sekitar pukul setengah satu, Lembayung—gadis yang memakai blouse krem dan celana kain—duduk di bawah pohon trembesi sambil mengerjakan tugasnya.
Angin dengan lembut menggelitik wajahnya yang ayu, anak rambut yang tidak ikut terikat pun turut menari-nari, serta suara dedaunan yang bergesek satu sama lain menjadi melodi membuatnya makin hanyut dalam mengerjakan kewajiban sebagai mahasiswa.
Lembayung adalah seorang gadis di puncak usia dua puluh yang sedang mengenyam pendidikan di salah satu universitas ternama di Batam dan ia mengambil prodi manajemen yang sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini. Ketika sedang asyi...