Jam dinding itu terus memperhatikanku di tengah kesunyian malam. Aku berusaha menatapnya balik secara cuma-cuma, mempertegas diriku bahwa semuanya akan baik-baik saja. Waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Namun nihil, mataku masih belum juga terpejam.
Sudah enam bulan terakhir ini aku akrab dengan insomnia. Burnout karena pekerjaan benar-benar menyita waras yang kupunya. Orang-orang mengenalku sebagai fotografer yang handal, si paling bi...