(0)
Malam ini hambar seperti sebelumnya. Langit legam tanpa variasi warna, bintang-bintang berkelip tak bernyawa, dan derau angin tak lagi menusuk kalbu untuk beri damai.
Di dalam kamar asrama kampus yang sederhana, aku duduk di hadapan meja. Semua kawan sekamar telah tertidur, sementara aku terjaga. Mataku berat dan perih. Bermalam-malam tidur kurang dari lima jam. Bermalam-malam benakku dirasuki agar tidak tenggelam dalam kenyenyakan.
Dari tadi ak...