Waktu seolah berhenti saat aku tiba di rumah.
Aku menunduk menatap arloji yang melingkar di pergelangan tangan kiriku. Pukul setengah tujuh malam. Setelah melarikan diri lebih dari lima tahun lalu agar bisa melupakan segalanya tentang Mama, pada akhirnya sisa-sisa hantu dari masa lalu justru berhasil menarikku kembali ke tempat ini. Barangkali alasannya hanya satu: supaya aku bisa berhenti menghindar.
Selain cat putih gadingnya yang tampak ku...