Lomba Cerita Mafia

Oleh: Komandala Putra

Joko mampir ke warung Bu Sari sebelum pulang ke kontrakan. Kemeja putihnya masih terpasang rapi meski bagian punggungnya sudah lembap oleh keringat. Map plastik biru ia jepit di bawah lengan, sudutnya mulai retak di satu sisi.

“Gimana?” tanya Bu Sari sambil mengangkat teko.

Pria berusia 20-an awal itu menarik kursi plastik dan duduk pelan. Ia meletakkan map di atas meja, sejajar dengan gelas kosong. “Belum, Bu.”

Bu Sari melirik map itu sebentar. “Toko bangunan yang baru itu?”

Joko mengangguk.

Bu Sari menuangkan teh. “Soal ijazah?”

Joko tersenyum tipis. Ia membuka mapnya, merapikan kertas-kertas di dalamnya, lalu menutup lagi...

Baca selengkapnya →