Lonceng Bel sepeda dan Petak Umpet di Ujung Senja

Oleh: Ezra Jo

Angin sore berhembus lembut, membawa aroma tanah basah sisa hujan lokal tadi siang dan wangi bunga melati dari pekarangan Mbah Sumi. Di era sembilan puluhan, sore hari di Desa Karang Asem adalah waktu yang sangat keramat. Tidak ada layar gawai, tidak ada gangguan notifikasi, dan tidak ada hiburan lain yang sanggup menahan anak-anak di dalam rumah ketika jam sudah menunjukkan pukul empat sore.

​Rian keluar rumah sambil menuntun sepeda jengki tua milik ayahnya yang ukurannya jauh lebih besar...

Baca selengkapnya →