Lubang di Daun Pisang

Oleh: Desto Prastowo

Selepas subuh, Pak Tumin menyalakan kompor lalu menyeduh kopi tubruk—pekat, tanpa gula—lalu membawanya ke beranda. Kursi rotan tua menunggu di sana, menghadap kebun belakang yang sederhana. Kebun yang tak luas, tapi cukup untuk membelai batin yang mulai renta.

Di sana, pohon-pohon pisang tumbuh semaunya, liar tapi jujur. Daun-daunnya lebar, sebagian masih muda dan berkilau seperti harapan, sebagian lain sobek seperti kain lapuk yang pernah menutupi luka. Yang layu dan kering selalu ia bersihkan pelan-pelan, agar tak mengganggu pertumbuhan yang masih ingin hidup.

Di salah satu daun muda, lubang-lubang kecil mulai muncul. Hampir setiap hari bertambah, seperti waktu yang tak bisa dicegah. Seekor Belalang Kayu hinggap di sana—tenang, nyaris tak terlihat. Tubuhnya c...

Baca selengkapnya →