Malam yang Tidak Pernah Selesai

Oleh: Zahran Taufiq Ridwan

Pukul satu dini hari, jalanan di pusat kota mulai kehilangan hiruk-pikuknya. Lampu neon dari bar dan kafe yang masih buka berpendar kemerahan, memantul samar di aspal basah bekas hujan sore tadi. Aroma asap rokok bercampur bau alkohol tumpah masih menggantung di udara, sementara musik dari dalam bar-bar yang belum tutup terdengar teredam, hanya menyisakan dentuman bass yang samar-samar dari balik pintu kaca. Beberapa orang masih berjalan sempoyongan di trotoar, mencari taksi atau sekadar duduk di tepi jalan, terlalu mabuk untuk memikirkan arah pulang. Di balik gemerlap lampu kota yang tampak semarak itu, tersembunyi sisi lain yang jarang disadari siapa pun yang melintas, sisi gelap yang menunggu dengan sabar di antara bayan...

Baca selengkapnya →