CATATAN: Ini adalah kisah fiksi. Semua kejadian, nama, dan latar belakang adalah hasil imajinasi penulis. Kesamaan dengan dunia nyata adalah hasil kebetulan belaka.
Marmod hanyalah satu manusia di antara puluhan manusia lain di ruang makan hotel itu.
Pagi tidak cerah. Awan mendung menggelayut di langit. Namun ruang makan itu sudah cukup ramai. Denting sendok dan garpu beradu dengan piring dan dengungan orang berbincang mengisi suasana. Marmod, seorang manajer di bagian pemasaran, menaruh cangkir kopinya di sebelah piring. Makan paginya hampir usai. Telinganya masih sekilas mendengarkan suara pak Guede di mejanya berbusa-busa menceritakan pengalamannya memimpin satu tim di luar negeri. Lalu perlahan perhatiannya beralih. Pelan ia beringsut keluar dari meja itu sambil membawa piring. Ia taruh piring kotor itu di meja pinggir, dan melangkahkan kakinya ke meja lain. Dua rekan pria dan dua rekan wanita berada di situ.
Sekilas ia menyapa mereka lalu duduk di kursi yang kosong di dekat Andrea.
Keempat orang ini ti...