Matahari di Kebun Teh

Oleh: mahmudah romadhona

Lawang hampir tidak pernah kehabisan hujan. Kota kecil di lereng gunung itu menyelimuti hari-hari dengan hawa dingin yang menusuk tulang, menjadi saksi bisu bagi tempat-tempat perlindungan bagi jiwa-jiwa yang lelah. Di sanalah Rumsing Imanuel berdiri, merangkum sebuah babak hidup yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya.

Lawang terlalu dingin untukku; aku bahkan harus segera membeli jaket tebal agar bisa tetap tidur nyenyak di malam hari. Namun di...

Baca selengkapnya →