Maya

Oleh: MHD Yasir ramadhan

Maya duduk di teras depan rumah. Pagi masih muda, embun belum mengering. Angin pagi berembus pelan, menyapu rambutnya yang tergerai. Ia menatap jauh ke jalan kampung—ke warung kecil, ke jemuran tetangga, ke anak-anak yang berlari sambil tertawa. Tapi matanya tidak benar-benar melihat. Pandangannya kabur, pikirannya kembali ke kemarin sore di sekolah, saat ia naik ke atas panggung terima piala olimpiade, tersenyum lebar, bangga.

Tapi begitu turun...

Baca selengkapnya →