Mbok Juminah

Oleh: muhaibra

Langit Juni yang panas menyengat seperti hendak membakar Kampung Kidul. Langit bergetar membentuk fatamorgana di aspal jalanan yang meleleh. Warung kopi Pak Karmin di ujung gang sudah tutup sejak siang. "Panas seperti ini siapa yang mau minum kopi?" keluhnya sebelum menggulung tikar bambu tempat biasa pelanggan duduk berjam-jam. Yang tersisa hanya aku, di teras rumah dengan singlet putih kusam, mengipasi diri dengan potongan kardus bekas.

Dari k...

Baca selengkapnya →