MENAMBAL AYAH DENGAN ANGIN
Sebuah Cerpen Absurd
Lelaki tua itu yakin ada sebuah lubang di dadanya. Bukan kiasan. Ia pernah memeriksakannya kepada tiga dokter. Dokter pertama memintanya menjalani rontgen. Dokter kedua memeriksa jantungnya dengan alat yang bunyinya seperti sedang mencari sesuatu yang tersesat. Dokter ketiga bahkan menepuk-nepuk dadanya beberapa kali, lalu mendengarkan dengan stetoskop.
Ketiganya mengatakan hal yang sama. Tidak ada lubang. Jantungnya masih bagus. Paru-parunya bersih. Tulang-tulangnya memang sudah tidak sebaik ketika muda, tetapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
“Bapak sehat,” kata dokter terakhir.
Lelaki itu mengangguk. Ia tidak ingin berdebat dengan dokter. Dokter memang lebih tahu soal tubuh. Hanya saja, dokter-dokter itu tidak tahu soal lubang. Lubang itu tidak terlihat di rontgen. Tidak mengeluarkan darah. Tidak membuatnya sesak. ...