Menenun Iblis

Oleh: awod

Butiran bedak dingin berterbangan di udara remang, memantul di bawah pendar bohlam kuning 40 watt yang bergoyang pelan. Di balik panggung Gedung Senisono Yogyakarta, bau kapur barus, cat minyak yang belum kering, dan keringat yang mengendap di lipatan kostum menyengat hidung. Dari balik dinding papan, dentang kursi-kursi kayu yang diseret dan derap langkah ratusan kaki bertabrakan dengan gemuruh hujan yang mulai reda di luar.

Ratih menatap cermin ...

Baca selengkapnya →