Menyapu sisa luka

Oleh: sercan

Dulu, aku adalah perempuan yang melangkah dengan tawa paling lepas. Aku seorang pekerja keras yang menyimpan mimpi-mimpi besar di dalam dada. Aku mencintai proses, suka bekerja, dan selalu bangga atas setiap rupiah yang kuhasilkan dari keringatku sendiri. Dulu, aku percaya bahwa dunia ini menyediakan ruang yang sangat luas untuk kujelajahi dengan mandiri.

Sampai akhirnya, laki-laki itu datang membawa janji-janji tentang masa depan. Saat kehidupannya masih berada di titik paling bawah, di titik nol besar saat d...

Baca selengkapnya →