"Tunggu sampai tiga hari lagi, dan aku tak akan pernah marah kembali!"
Azan subuh telah sedari tadi menyelinap ke telinga insan. Gerombolan kaki penduduk desa Adipura menyeret jejak untuk berburu ke hutan. Entah berburu burung, berburu sebongkok rerumputan, berburu kayu gelondong besar yang kering dan dipotong-potong menggunakan gergaji. Atau seperti dia, lelaki tua dengan jakun yang naik turun itu mencari sisa-sisa ranting pohon kering untuk memasak di tungku api. Para petani pun melancong ke tanah ladang. Menanam jagung untuk dijadikan nasi uduk yang berbaur bagaikan tepung, menanam kecambah sayur-mayur, brokoli, sawi, bunga kol, tomat, cabai dan yang lainnya.
Namun sayangnya ini musim paceklik. Kemarau membuat rutinitas tumbuhan mati dan malas menampakkan buahnya. Banyak penduduk yang kekuran...