Aku selalu percaya bahwa cinta datang dengan cara yang sederhana—tatapan yang tak sengaja bertemu, percakapan ringan yang berubah menjadi candu, dan detik-detik kecil yang membuat kita menolak pergi. Namun, tidak pernah terpikirkan bahwa sebuah cinta juga bisa datang dalam wujud yang membuatku jatuh sekaligus tersungkur, mencintai sekaligus terluka, bahagia sekaligus penuh luka hingga aku tak tahu harus berhenti atau bertahan.
Namaku Nayla, 26 tahun, seorang editor buku lepas yang hidup tenang tanpa banyak drama. Aku pikir hidupku akan terus begitu—datar, stabil, biasa. Sampai aku bertemu Rey...