Di puncak kejayaannya pada usia genap 42 tahun, Milan Kandung tiba-tiba saja mendapat sepucuk surat yang dikirim dari Panti Jompo Kenangan Kasih dengan nama pengirim Darsinem. Ia berpikir sepersekian menit di ruang kerjanya, mencoba mengingat apakah ia pernah memiliki kolega yang bernama Darsinem yang sekarang tinggal di salah satu panti jompo terbaik di kota sebelah. Yang Milan Kandung ingat, ia pernah ke panti jompo itu untuk suatu kegiatan bak...