Pria tua berambut putih itu duduk di depan kantinnya. Ia acap kali terlihat termenung-menung dengan pandangan menerawang ke arah kebun. Sesekali ia tampak membaca selembar koran harian regional. Kali lain ia tampak memandangi ponselnya. Satu kali setelah beberapa lama dengan canggung mengetik di ponselnya ia kelihatan menekan sebuah tombol di ponselnya lalu mendekatkannya ke telinganya. Setelah beberapa lama, orang di seberang sana rupanya mengangkat telpon lalu seketika berkata dengan cukup keras, “Om! Nggak usah pakai nelpon! Ngetik aja di chat!”
Pria itu pelan meletakkan gadgetnya dengan kening sedikit berkerut di balik kacamata tebalnya.
Seorang wanita usia 40 an tahun selalu duduk agak ke pojok. Kursi ruang tengah yang cukup kokoh mendadak seperti berbeban berat ketika ia mendudukinya. Pandangannya tenggelam ke...