Kereta terakhir baru saja meninggalkan Stasiun Lembah Senja ketika Kala Ardan menutup buku catatan kulit yang selalu dibawanya ke mana pun.
Ia bukan penulis.
Bukan pula wartawan.
Kala bekerja sebagai restorator surat-surat tua di Museum Arsip Nusantara, sebuah pekerjaan yang jarang diketahui orang. Setiap hari ia membersihkan tinta yang mulai pudar, menyatukan lembaran yang sobek, lalu menyimpan kembali kisah-kisah milik orang lain agar tidak hilang...