Nafas Terakhir Uma

Oleh: arunika sekar

Dua hari menjelang Idul Fitri, matahari Kota Serang terasa begitu terik meski Ramadan hampir usai. Aida sedang melipat mukena yang baru ia setrika. Bau kain hangat bercampur wangi pengharum pakaian memenuhi ruangan.

Telepon di atas meja makan berdering, nama “Aidin” muncul di layar.

“Assalamu’alaikum, Kak…” suara di seberang terdengar pelan.

“Wa’alaikumussalam, Din. Ada apa?” tanyanya tanpa basa-basi, karena ia yakin, Aidin menelepon...

Baca selengkapnya →