Kisah 1: Ahmad.
Ahmad menatap nanar dari kejauhan. Tas yang ia incar dari seorang PNS bertubuh gempal dan bermakeup tebal, sudah ia atur secara presisi supaya tak gagal saat merampasnya.
Ahmad menjalankan aksinya, dalam hitungan detik ia berhasil merampas tas, dan sama sekali tidak mendengar teriakan korbannya. Karena ia sudah kabur jauh.
Ia tak langsung pulang ke rumah, berputar dulu untuk mengecoh intel yang kemungkinan menguntit. Seringnya ia masuk ke sebuah gang untuk mengecoh, supaya para intel mengira gang yang ia masuki lingkungan tempat...