PATTERNS

Oleh: Demalabyrinth

Tidak ada jam di lorong itu. Tidak ada jendela. Hanya lampu putih yang berdengung pelan, serupa dengan pikiran yang tidak pernah benar-benar diam.

Di sanalah Lenya kerap bersembunyi dari dirinya sendiri. Dari luar, ia tampak seperti patung porselen yang dirawat dengan sangat baik; rambut pixie hitam kecoklatannya tertata rapi membingkai wajahnya, dan sepasang matanya selalu siap memancarkan binar yang menyenangkan. Ia menguasai seni kepura-puraa...

Baca selengkapnya →