PAYUNG DI MUSIM KEMARAU

Oleh: Fadhil Abdillah kafii

PAYUNG DI MUSIM KEMARAU

---

Hujan sudah tiga bulan tidak turun di desa Sukamaju.

Sawah retak-retak seperti kulit yang pecah. Sumur warga mulai kering. Daun-daun jati di pinggir jalan menggulung, menguning, lalu jatuh satu-satu ke tanah. Bau debu bercampur asap pembakaran sampah memenuhi udara setiap sore.

Anak-anak sekolah pulang dengan sepatu penuh tanah kering. Wajah mereka pucat karena panas. Guru-guru di sekolah juga sering menyuruh pulang lebih cepat. Katanya biar hemat air buat minum.

Di tengah kekeringan itu, satu-satuny...

Baca selengkapnya →