Pedang Legendaris Teratai

Oleh: Amrullah Ibrahim

BAB I: AMBANG TAPAL BATAS PURBA

Langkah Terakhir di Tanah Terang, Awal Langkah di Kegelapan

─── ◈ ───

Di batas luar Wilayah Tepi Aethelgard, di mana peradaban manusia berakhir dan fabel purba dimulai, berdiri sebuah batas yang terbuat dari kekeliruan masa lalu. Hutan Terlarang—begitu warga Aethelgard menyebutnya dalam bisikan berbau ketakutan—menjulang bagai benteng raksasa yang tak tertembus. Pepohonan raksasa di dalamnya, kayu-kayu Ironwood tua yang telah mengakar sejak era pertama, tumbuh saling melilit. Kanopi dedaunannya begitu rapat dan tebal hingga bertindak sebagai pilar-pilar raksasa yang menopang langit gelap tanpa celah bagi sinar matahari untuk menembus dasar tanah.

Ksatria itu bernama Fathan Al Qutuz.

Dengan langkah pasti dan tekad baja yang membara di dadanya, ia menelusuri hutan belantara yang telah ditutup oleh legenda selama berabad-abad. Zirah baja hitam yang membalut tubuh kekarnya berkilat samar memantulkan sisa-sisa cahaya fajar yang memudar di luar tapal batas. Setiap pelat zirah itu ditempa dari besi meteorit, diukir dengan lambang-lambang pelindung oleh para tetua perak, namun bukan baju zirah itu yang menjadikannya seorang ksatria sejati. Itu adalah pandangan mat...

Baca selengkapnya →