Jika hanya tangis yang kudapat, harusnya aku tidak pernah memberimu ijin untuk pergi.
Beginilah nasib menjadi perempuan—sudah menikah. Dikaruniai momongan juga tanggungan kehidupan. Tiada temu dengan wajah pasangan selain di layar-layar berkabar. Hari-hari hidup dalam satu tatap dengan mertua, kasih sayang dari seorang Ayah didapat dari panjangnya jarak pengabdian. Tidak aku sangka jika berumah tangga harus dihadapkan dengan perpisahan—demi mencukupi hidup. Begitulah kata sesepuh untuk mendinginkan batin yang senantiasa mau berontak jikalau suami berjabat tangan beranjak dari halaman rumah. Ru...