Sore itu, pemakaman desa mulai sepi.
Bau kapur barus dan melati yang mulai membusuk masih menggantung di udara. Tanah merah di salah satu sudut makam tampak basah dan menghitam, baru saja ditimbun untuk menutup liang Pak RT yang meninggal akibat kecelakaan tragis sehari sebelumnya.
Satu per satu pelayat meninggalkan pemakaman.
Darman belum pergi.
Ia berdiri di balik pohon kamboja tua, menunggu sampai suara langkah terakhir menghilang di jalan setapak.
Matanya tidak tertuju pada gundukan tanah merah itu.
Melainkan pada sebuah keranda besi yang diletakkan terbalik di samping gudang makam.
Tangannya masuk ke saku celana. Jemarinya meremas ponsel.
Di layar ponsel itu masih terbuka percakapan dengan bandar togel online.
Darman menatap angka yang baru saja dikirimkannya.
0385.
Nom...