PEMBURU TOGEL MANTRA PEMANGGIL POCONG

Oleh: Sang Alifas Yang Merumput

Malam di Desa Karang Bolong selalu berubah setelah tengah malam.

Suara jangkrik terdengar lebih jelas. Angin yang sejak sore berembus dari sawah tiba-tiba berhenti. Rumah-rumah penduduk tertutup rapat, lampu teras dipadamkan, dan orang-orang yang masih terjaga biasanya memilih duduk diam di balik pintu.

Namun bagi Raka, tengah malam justru menjadi waktu yang paling ditunggu.

Bukan untuk beribadah.

Bukan pula untuk tidur.

Ia sedang mengejar empat angka.

Sudah tiga bulan Raka hidup dari mimpi, tebakan, dan cerita orang-orang tentang angka gaib. Hampir seluruh tabungannya habis. Gajinya sebagai buruh bangunan tidak pernah benar-benar sampai ke rumah.

Setiap menerima upah, sebagian besar langsung berpindah tangan.

Istrinya sudah berkali-kali memperingatkan.

“Berhenti, Mas.”

“Aku cuma butuh sekali menang.”

“Kalau sekali menang bisa membuatmu berhenti, kenapa selama ini kamu selalu bilang begitu?”

Raka tidak menjawab.

Ia selalu punya alasan.

Sampai suatu malam, seorang temannya bernama Darto datang membawa sebuah cerita.

“Aku tahu cara yang belum pernah kamu coba.”

Raka mengangkat kepala.

“Cara apa?”

Darto mendekatkan wajahnya.

“Memanggil pocong.”

Raka terdiam.

“Buat apa?”

“Cari angka.”

Sejak malam itu, pikiran Raka tidak pernah benar-benar tenang.

Ia tahu cerita tentang ritual tersebut sudah lama beredar di desa. Orang-orang mengatakan ada sebuah mantra yang dapat memanggil pocong. Jika berhasil, makhluk itu akan muncul secara tiba-tiba.

Dan menurut cerita yang beredar, angka togel berada di keningnya.

Masalahnya hanya satu.

Tidak banyak orang yang berani bertahan sampai melihatnya.

Kebanyakan kabur begitu makhluk itu muncul.

Darto mengatakan ia punya mantra yang biasa digunakan dalam cerita tersebut.

Namun ia tidak mau menjelaskan lebih jauh.

“Jangan banyak tanya,” katanya. “Kalau memang berani, nanti kamu ...

Baca selengkapnya →