Krek …, krek!
Helai demi helai rambut terlepas dari kepalaku. Empat mata pisau bergetar bersamaan dengan suara mesin yang terdengar dari alat pemotong rambut, benda keramat itu seolah tidak terlihat saat seorang guru melewatiku begitu saja. Mungkin karena ia berpikir merepotkan berhubungan dengan seseorang yang punya kendali penuh atas segala sesuatu, memikirkan hal itu membuatku sontak tertawa.
Satu anak menendang perutku, tenaganya lebih ker...