Saat kulihat goresan lipstik di gigi Bu Eka, aku teringat gigi Atika. Saat kulihat jilbab Bu Dewi miring sebelah, aku teringat Atika. Saat melihat karet melingkar di pergelangan tangan Bu Sri, lagi-lagi aku ingat Atika.
Aku kenal Atika belum lama, tapi aku sudah hafal sifat dan kebiasaannya, sebab sering diajaknya ke mana-mana. Bahkan aku tahu isi kepalanya, dari catatan-catatan kecil yang ia tulis di buku notes belanja.
Selain kebiasaan mencatat i...