PENJAGA GUGUR

Oleh: Ayu S Sarah

Hujan akhirnya berhenti menjelang subuh—langit semalam runtuh oleh derasnya air yang kini perlahan damai, memamerkan semburat jingga, merah muda, dan sedikit ungu di cakrawala yang basah. Keindahan itu seolah siap menyambut matahari terbit. 

Sementara bau lumpur masih menempel kuat di udara ketika Amaya menemukan sebuah foto—basah, dan terkoyak—mengapung di antara puing-puing rumahnya. Di foto itu, seorang pria tersenyum ke arahnya, seolah ...

Baca selengkapnya →