Ketika pertama kali mengenalnya, awalnya biasa saja. Hanya dua orang asing yang saling mengomentari tulisan satu sama lain, lalu perlahan bertukar pesan tentang buku, kopi, dan lagu-lagu melankolis yang terlalu sedih jika diputar apalagi saat sepi. Namanya Aluna.
Perempuan itu cantik, menurutku terlalu cantik malah. Tapi anehnya, justru itu yang tidak menjadi alasanku langsung jatuh hati padanya. Aku pernah bertemu banyak perempuan cantik sebelumn...