Perempuan yang Membenci Matahari

Oleh: Titin Widyawati

Sejak kau dinobatkan menjadi perempuan janda—satu hari dinikahi paginya langsung diceraikan, langkahmu begitu ringan menapaki jalan di waktu esok. Tidak pernah kau bersungut sekalipun langit penuh kabut. Kalaupun wajahmu cemberut lantaran hidungmu disumbat flu, kau tetap bangkit sebelum fajar pergi, kau bersama langit pagi tanpa mimpi. Barangkali mimpi telah punah dari akalmu. Tugasmu hari ini dan hari esok hanyalah berjalan, memberikan jejak d...

Baca selengkapnya →