Stasiun Gambir, Jumat sore. Langit Jakarta berwarna abu-abu, seabu-abu masa depanku kalau proyek kantor gagal. Tapi hari ini, aku tidak peduli. Aku, Devi, telah melakukan investasi terbesar bulan ini: Tiket Kereta Bima Luxury Sleeper. (Oke, hiperbola dikit, sebenernya cuma Eksekutif biasa, tapi bagi punggung jompo-ku, ini adalah Luxury).
Aku berjalan menyusuri peron dengan langkah mantap. Heels 5cm-ku mengetuk lantai dengan irama kemenangan. Gerb...