PERKUMPULAN SORE UMAT MANUSIA

Oleh: Azhari Norrahman

Bagaimana jika manusia bukanlah makhluk sosial? Sebab jika kita saling membutuhkan satu sama lain, lantas kenapa warga RT 4 gemar membicarakan keburukan Kutal serta istrinya? Bukankah ketika seseorang yang tertimpa nasib yang malang mesti mendapatkan uluran tangan dari sesamanya? Kutal dan keluarganya tidak menerima hal semacam itu. 

Warga RT 4 sering menertawakan hidup yang dijalani Kutal. Di sore hari, warga akan melepas penat dan membicarakan kehidupan orang lain yang tidak ada di lingkungan mereka. Dan Kutal selalu menjadi topik perbincangan yang menarik. Baik tentang istrinya yang tidak keluar rumah, tentang kotoran mereka yang dibuang sembarangan, termasuk juga tentang bagaimana laki-laki itu dipanggil Kutal.

Kutal bukanlah nama yang sebenarnya. Dulu ayahnya memberikan nama yang bagus, Elyas Pikal, berharap kelak anaknya menjadi terkenal. Syukur kalau bisa menjadi petinju. Tidak sulit bagi ayahnya untuk memilih nama itu. Di saat orang-orang di kampung menamakan anaknya dengan nama artis seperti Paramita Rusadi, Elvi Sukaisih atau Rapik–meniru nama penyanyi dangdut A. Rafiq–ayahnya dengan mantap memilih nama petinju idolanya itu k...

Baca selengkapnya →