Pesan yang Terlambat Datang

Oleh: Nursan

Hujan baru saja reda ketika aku sampai di rumah Tami, malam Jumat yang sebenarnya tidak ada rencana khusus selain sekadar mengobrol sambil menghindari kamar kos yang terasa terlalu sepi kalau ditempati sendirian. Tami membuka pintu dengan piyama kotak-kotak dan rambut yang masih setengah basah bekas keramas, langsung menyuruhku masuk tanpa banyak tanya.

"Kebetulan banget aku lagi pengen ngobrol sama orang," katanya sambil menutup pintu. "Duduk dul...

Baca selengkapnya →