PETAKA POHON BERINGIN

Oleh: Toni Al-Munawwar

Langit Desa Bambu seketika pucat kelabu. Angin memekik, mencerabut pohon-pohon dari akarnya. Atap-atap rumah warga tersapu terbawa pusaran angin yang hitam kelam. Terdengar suara gemuruh yang keras, tapi bukan dari langit—melainkan dari arah hulu sungai. Tanggul itu mengerang hebat sebelum akhirnya menyerah tak kuasa menahan terjangan air. Sebagian perempuan paruh baya memekik histeris, suaranya tertelan oleh gemuruh, berusaha menyelamatkan diri dan anaknya. Air tampak bergulung-gulung hebat sebelum akhirnya menerjang sebagian warga yang lari tunggang-langgang.

           Di ambang maut, Jatmiko berdiri mematung di beranda rumahnya. Tangannya yang cokelat legam menggenggam erat sebuah t...

Baca selengkapnya →