Hari ini, suasana pondok terasa lebih ramai daripada biasanya. Bagaimana tidak? Hari ini sudah masuk jadwal penjengukan akbar. Tentu saja halaman pondok akan menjadi padat oleh lautan manusia.
Aku berjalan perlahan menyusuri lantai dua pondokku. Melihat keriuhan yang sejak tadi memenuhi halaman, bahkan sampai lapangan pondok. Mataku memicing tajam melihat pemandangan itu. Aku berdecih kesal, lalu mempercepat langkah kaki, membawa raga ini menuju kamar asramaku.
Sesampainya di kamar asramaku, aku langsung menarik sebuah kursi secara kasar. Duduk di samping jendela yang langsung menghadap ke hamparan sawah yang luas.
Aku memejamkan mataku perlahan. Mengambil nafas melalui hi...