Pria Tengah Malam

Oleh: Ezra Jo

PRIA TENGAH MALAM

Kertas-kertas di atas meja kerja Radit berbau debu tua dan sisa hujan yang baru saja usai. Di ruangan berukuran tiga kali empat meter itu, hanya ada satu sumber cahaya: lampu meja kuning yang berpendar redup dan nyaris padam setiap kali angin menerobos masuk lewat celah jendela.

Pukul 23.58.

Radit, seorang kurator arsip kepolisian yang mengisolasi diri di lantai dasar gedung tua kota ini, menatap lekat sebuah berkas tanpa nama. Berkas itu terdiri dari tujuh lembar foto bertepi gerigi, gaya cetak era 1980-an, dan sebuah catatan bergaris yang tintanya telah memudar menjadi cokelat tembaga.

Di setiap foto, sosok yang sama selalu hadir. Seorang pria bertopi fedora kelabu, berkemeja hitam kaku, berdiri sekitar tiga meter di belakang ko...

Baca selengkapnya →