"Nduk," panggil seorang wanita paruh baya pelan. Tangan keriputnya terulur untuk menepuk pelan bahu sang anak yang terlihat sedang menangis.
Anak itu lalu memeluk wanita paruh baya itu erat. Isak tangisnya terdengar menyayat hati hingga wanita paruh baya yang merupakan ibunya tersebut tak kuasa menahan tangis.
"Yang sabar ya, Nduk," bisik sang ibu yang masih memeluk putrinya erat.
Tak ada jawaban. Hanya suara sesenggukan yang masih terdengar memilukan.
Di tengah kesedihan yang masih belum terurai, tiba-tiba datanglah seorang gadis kecil dengan rambut yang di kuncir kuda. Gadis itu berlari dengan senyuman yang terus menghiasi bibir mungilnya.
"Bund...