Resign

Oleh: Haidee

Tentang momen yang tak bisa ditarik. Tentang resign dari pekerjaan, dari harapan, dari seseorang.

‘Kupikir dia berbeda ternyata sama saja. Nilai plus seseorang dapat dinilai dari bagaimana dia mengendalikan emosinya bukan pencapaiannya.’ – Dante.

-------------

Tiga bulan yang lalu, Dante bekerja di sebuah kantor yang bergerak di bidang akuntan. Aslinya dia hanya seorang pria barbar yang menjalani kehidupan dengan santai. Wajahnya oval dengan garis rahang yang tidak terlalu tajam. Potongan rambutnya short layered, menambah kesan gentle.

Setelah lama menganggur, dia mengambil lowongan kerja sebagai OB berkat ajakan temannya. ‘Daripada nganggur, lumayan dapat duit.’ pikirnya. Sembari nyari lowongan lain yang cocok dengannya. Sebenarnya dia tak punya keahlian apa-apa.

≈ΦΦ≈

Di bulan pertama. Semua berjalan normal.

Menurutnya ini pekerjaan yang tidak terlalu membosankan, di mana kamu hanya datang di pagi hari sebelum karyawan dan para atasan datang. Lalu membersihkan tiap ruangan, koridor dan mengantar makanan atau kopi pada staf yang memesan. Dan kamu tetap berada dalam ruangan yang dingin tak terlalu berkeringat, sangat ...

Baca selengkapnya →