Aku masih ingat mimpi itu dengan jelas, seakan baru saja terjadi semalam. Malam itu, aku duduk di dalam sebuah mobil bersamanya—mantan yang pernah mengisi ruang hatiku. Kami tidak berbicara, hanya saling menatap. Sorot matanya teduh, seakan ada bahasa rindu yang tak perlu diucapkan. Namun, keheningan itu sempat terusik oleh suara orang ketiga yang menyindir, seolah mengingatkan bahwa kami belum benar-benar move on.
Di dalam mimpi itu, kami sali...