Dinding kamar yang retak itu saksi bisu bagaimana waktu merangkak seperti siput yang kehabisan pelumas. Di atas kasur yang pernya sudah menonjol keluar seperti tulang rusuk yang kelaparan, seorang pria menatap langit-langit dengan mata yang merah. Namanya bukan masalah, sebut saja dia sang perenung yang terkungkung. Di luar, kota sedang sibuk mengunyah mimpi-mimpi orang kecil, melumatnya menjadi aspal dan gedung-gedung cakar langit yang angkuh. D...