Ruang yang Bergeser

Oleh: muhaibra

Setiap kali Andi menulis, ia merasakan bagaimana jari-jemarinya menjadi sulur yang merambat ke dalam kertas. Menjelma akar yang makin dalam, makin merasuki tanah berhumus kalimat-kalimat. Awan senja merembes ke dalam kamarnya. Warna jingga yang perlahan memudar. Seperti kesadaran yang sedikit demi sedikit luruh.

Dia selalu suka menunggu senja datang, ketika bunyi-bunyi perlahan lenyap dan matahari mengucurkan cahaya terakhirnya. Itulah saat paling...

Baca selengkapnya →