Rumah Di Ujung Sumur

Oleh: zidan fadlan robbah

Rumah Di ujung Sumur

Malam itu hujan turun tanpa suara.

Langit desa Karang jati tampak hitam pekat, seolah menelan cahaya bulan yang biasanya menggantung di antara pepohonan bambu. Jalan tanah yang membelah desa berubah menjadi lumpur licin. Angin dingin bertiup pelan, membawa aroma tanah basah dan sesuatu yang lain.

Sesuatu yang amis.

Raka baru saja turun dari bus terakhir ketika jam menunjukkan pukul sebelas malam. Ia menarik ransel di bahunya sambil memandang sekitar.

Desa itu masih sama seperti delapan tahun lalu.

Sunyi.

Terlalu sunyi.

Tidak ada suara televisi dari rumah-rumah warga. Tidak ada obrolan orang di warung kopi. Bahkan suara jangkrik pun nyaris tak terdengar.

Hanya ada desir angin yang membuat dedaunan bergesekan seperti bisikan.

Raka sebenarnya tidak ingin kembali ke desa...

Baca selengkapnya →