Sewaktu aku bertanya,”Bu, dua puluh tahun yang akan datang rumah kita akan menjadi seperti apa, ya?” ibu hanya mengangkat bahu sambil terus membaca koran.
“Tentu saja akan menjadi milikmu.”
Aku membenahi pemikiran ibu,”Bukan itu maksudku, Bu. Maksudku, akan seperti apa rupanya? Apa bangunan joglo ini akan berubah? Apakah halaman depan yang sekarang penuh pohon buah itu akan hilang menjadi rumah juga?”
“Itu terserah kamu, Nduk1. Waktu itu kau yang punya rumah.”
Aku memandang rumah kami yang berbentuk joglo. Terlintas...