Rumah yang Hampir Retak

Oleh: Nursan

Suasana kafe cukup ramai siang itu. Suara mesin kopi berdesis di balik meja kasir, diselingi obrolan beberapa pengunjung dan dentingan sendok beradu cangkir. Bimo duduk sendirian di salah satu meja dekat jendela, kepalanya terkulai, matanya terpejam. Ia tertidur sambil memeluk tas kecil di dadanya, kelelahan setelah rapat yang molor sampai siang.

Di belakang kursinya, Amel berjongkok. Ia sudah menunggu momen ini sejak tadi, sejak melihat Bimo dudu...

Baca selengkapnya →