Hujan turun pelan ketika kereta terakhir berhenti di Stasiun Waringin.
Alya turun sambil menggenggam tas ransel yang mulai pudar warnanya. Sudah sembilan tahun ia tidak menginjakkan kaki di kota kecil itu. Kota yang menyimpan terlalu banyak kenangan, juga terlalu banyak penyesalan.
Ponselnya bergetar.
Sebuah pesan singkat dari nomor yang sudah ia hafal sejak kecil.
"Ayah masih menunggumu."
Tak ada nama pengirim.
Ia tahu itu dari Bu Sari, tetangga rumah...