Rupamu

Oleh: Titin Widyawati

Menyakiti perasaanmu merupakan hobiku. Aku bahagia melihatmu menderita. Apalagi kau sampai kesusahan mencari perlindungan, sekujur malammu penuh air mata, senyummu lenyap ditimbun hampa, kesemuanya membuatku tertawa. Aku puas, sampai ingin mencoba lagi. Siapa tak kesal melihat mata bak bohlam lampu di tengah gelap itu begitu bersinar? Bibir setebal daging sapi di atas hotplate, membuatku ingin menusuknya menggunakan pisau. Kaki lincahku bahkan menggoda tanganku memasang tali panjang supaya kau terjungkal.

Suatu malam kau menangis di pojok...

Baca selengkapnya →